Page 8 - Perka BNPB 8-2011_Standarisasi Data Kebencanaan
P. 8

LAMPIRAN          :  PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL
                                                        PENANGGULANGAN BENCANA
                                                        NOMOR       : 8 Tahun 2011
                                                        TANGGAL     : 14 Oktober 2011



                                                   BAB I
                                              PENDAHULUAN

              A.  Latar Belakang

                  Indonesia termasuk daerah yang rawan bencana dan memiliki jumlah penduduk
                  yang besar. Bencana yang datang dapat  disebabkan  oleh  faktor  alam maupun
                  akibat dari  ulah manusia. Hal ini terbukti dengan semakin meningkatnya jumlah
                  kejadian bencana setiap tahunnya. Bencana seperti gempa bumi, tanah longsor,
                  banjir, angin topan, letusan gunungapi, kebakaran, kebakaran hutan  dan
                  lahan,kecelakaan transportasi, dan kecelakaan industri sering kali menjadi ancaman
                  yang serius bagi peduduk Indonesia. Ancaman bencana dapat menyebabkan korban
                  jiwa dan kerusakan harta benda.

                  Trend kejadian bencana menunjukkan peningkatan kejadian bencana dari tahun ke
                  tahun.  Pencatatan data  bencana yang sistematis  akan mempermudah dalam
                  pengolahan data bencana,  membantu dalam perencanaan  pengurangan risiko
                  bencana serta program  rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana ke depannya.
                  Terdapat perbedaan format pelaporan data antara provinsi/kabupaten/kota yang
                  satu dengan yang lain. Format yang berbeda tersebut menyebabkan  kesulitan
                  dalam membuat rekapitulasi data bencana secara nasional.

                  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai badan negara yang
                  menangani masalah  bencana  perlu  membakukan  dan  menyeragamkan  data
                  bencana di seluruh wilayah Indonesia. Standardisasi data kebencanaan disusun agar
                  dapat menjadi acuan dan pedoman bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah
                  (BPBD) dalam pelaporan kejadian bencana. Dalam standardisasi data kebencanaan
                  ini, terdiri dari data pra bencana, tanggap darurat dan pasca bencana.







                                                                                            1
   3   4   5   6   7   8   9   10   11   12   13